8 Bek Terbaik Di Dunia 2017

Bek Sekaligus Kapten Real Madrid, Sergio Ramos Memang Pantas Jadi Bek Terbaik Musim 2017 Ini
Bek Sekaligus Kapten Real Madrid, Sergio Ramos Memang Pantas Jadi Bek Terbaik Musim 2017 Ini
Link Alternatif Sbobet - Permainan bola memang tidak terlepas dari para pemainnya yang berperan di dalamnya. Salah satu posisi yang penting untuk mempertahankan agar tidak kebobolan lawan yaitu ada pada posisi bek. Bek ini sangat penting dalam sepak bola, maka dari itu ada kategori bek terbaik dunia.

Terdapat beberapa parameter untuk menentukan bek terbaik di dunia. Atribut bertahan menjadi faktor utama, meliputi tackling, marking, heading hingga kemampuan reading the game. Selain skill bertahan, konsistensi permainan, pengaruh bagi tim serta trofi yang didapat juga kerap jadi faktor untuk menentukan defender terbaik dunia.

Sergio Ramos mungkin jadi nama bek terbaik dunia yang layak dikedepankan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia jadi salah satu bek terbaik Eropa berkat gelontoran gelar bersama klubnya, Real Madrid. Sementara ada juga trio BBC dari Italia, yakni (Andrea) Barzagli, (Leonardo) Bonucci dan (Giorgio) Chiellini. Ketiganya jadi bagian kesuksesan Juventus dalam 6 musim terakhir, sebelum salah satu anggotanya, Bonucci, pindah ke AC Milan.

Berikut ini adalah daftar 8 bek atau defender terbaik di dunia tahun 2017 :

1. Sergio Ramos

Ini merupakan sebagai salah satu pemain yang Kuat, cepat, ulet, jago duel di udara dan bisa bermain ada di beberapa posisi. Ini merupakan bek andalan yang dimiliki oleh Real Madrid dalam satu dekade terakhir ini. Pada musim ini, Ramos juga masih menjadi andalan dari Los Blancos. Yaitu dengan koleksi sebanyak tiga gol dan akurasi umpannya yang mencapai 90%, Whoscored juga memberikan rating sebesar 7,06 untuk Ramos.

2. Leonardo Bonucci

Tahun 2017 menjadi salah satu tahun terbaik bagi Leonardo Bonucci. Bersama Juventus, Bonucci sukses menjadi juara Serie A dan Coppa Italia serta finalis Liga Champions. Bonucci memiliki kemampuan ball-playing dan umpan jauh yang sangat baik. Ia kemudian pindah ke AC Milan meski kepindahannya diliputi kontroversi. Bonucci pun langsung jadi andalan dan kapten tim AC Milan.

3. Giorgio Chiellini
Duet Bersama Bonucci Di Lini Pertahanan Sukses Membawa Juventus Raih Scudetto Secara Beruntun
Duet Bersama Bonucci Di Lini Pertahanan Sukses Membawa Juventus Raih Scudetto Secara Beruntun
 
Nama yang satu ini yaitu Chiellini tidak pernah absen dalam daftar bek yang terbaik dunia. Duetnya bersama dengan Leonardo Bonucci juga sukses membuat Juventus bisa menjadi sebagai salah satu tim dengan pertahanan yang terbaik di Eropa. Kemudian untuk Lima gelar scudetto yang secara beruntun kini juga menjadi bukti kehebatan dari Chiellini.

4. Marcelo

Dalam beberapa tahun terakhir, predikat bek kiri terbaik dunia dipegang oleh Marcelo. Bek kiri Brasil ini selalu tampil bagus, terutama berkat kemampuan menyerang dan crossing yang ia miliki. Marcelo jadi pemain penting dalam kesuksesan El Real meraih beberapa trofi di tahun 2017.

5. Mats Hummels

Pemain ini memang baru bergabung dengan Bayern Muenchen pada awal musim ini, Mats Hummels ini kemudian langsung menjadi kepercayaan dari pelatih Carlo Ancelotti. Duetnya bersama dengan Jerome Boateng juga sempat membuat Muenchen bisa menyapu bersih delapan kemenangan yaitu pada awal musim ini, dan kemudian untuk sementara juga memimpin klasemen di Bundesliga.

6. Eric Bailly


Pemain ini memang Sempat diragukan bakal bersinar, Bailly yang dibeli dengan harga yang cukup mahal dari Villarreal kali ini langsung sukses mencuri perhatian dari pelatih Jose Mourinho. Penampilannya yang sangat lugas dan tidak kenal kompromi juga menjadi salah satu kekuatannya. Dengan diraihnya dua gelar man of the match, tentunya cukup menjadi bukti untuk kehebatannya. Pemain tersebut sejauh ini sudah sukses mencatatkan 3,9 clearance per pertandingan dan memiliki akurasi umpan sebesar 89,6 persen.

7. Gerard Pique

Pique ini juga memiliki semua kriteria yang sedang dibutuhkan yaitu sebagai bek yang terbaik dunia. Memiliki postur serta kualitas yang ada di atas rata-rata, Pique kini bisa menjadi senjata yang mematikan dari Barca, terlebih pada saat dia sedang menghadapi bola mati. Hal itu tentunya juga sudah dibuktikannya dengan adanya lesakkan dari dua gol pada musim ini.

8. Diego Godin


Ini merupakan bek terbaik dunia versi Whoscored pada sejauh musim ini berjalan. Walaupun  memiliki rating yang sama dengan Gueye, akan tetapi untuk sosok Godin ini memang pantas untuk  dikedepankan. Karena memang memiliki atribut yang lebih lengkap dari pada Gueye. Selain pandai untuk melepaskan tackle yang sukses, Godin ini juga sangat piawai di dalam duel udara. Maka dari itu, godin ini menjadi pilar yang tak tergantikan di skuat Atletico.

Itulah info list daftar 10 bek terbaik dunia 2017/2018 terbaru. Ramos, Bonucci, Marcelo atau Chiellini masih jadi yang terdepan jika menyusun list bek terbaik dunia yang paling konsisten. Tentu banyak juga bek muda terbaik lain yang patut diperhitungkan mulai dari Samuel Umtiti, Milan Skriniar, Mattia Caldara dan Benjamin Mendy. Menarik melihat siapa yang akan jadi bek terbaik di dunia 2018 nanti.

6 Kiper Terbaik Musim 2017-2018

Gianluigi Buffon Memang Layak Menjadi Kiper Terbaik Dunia 2017
Gianluigi Buffon Memang Layak Menjadi Kiper Terbaik Dunia 2017
LINK SBO - Kiper adalah salah satu posisi paling vital dalam olahraga sepakbola. Kiper bertugas menghalau serangan lawan dan mengamankan gawang agar tidak kebobolan. Banyak kiper terbaik di dunia yang memiliki skill dan atribut penjaga gawang terhebat. Sejumlah kiper terhebat di dunia banyak berasal dari klub-klub besar Eropa.

Siapakah yang pantas menyandang predikat kiper terbaik di dunia 2017? Tentu tiap pihak mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Berdasarkan penghargaan UEFA, kiper Juventus dan timnas Italia, Gianluigi Buffon terpilih sebagai kiper terbaik Eropa mengalahkan Manuel Neuer dan Jan Oblak. Sementara dalam ajang FIFA The Best, tiga kiper terbaik versi FIFA adalah Gianluigi Buffon, Manuel Neuer dan Keylor Navas.

Buffon memang pantas dikedepankan sebagai kiper terbaik di dunia 2017. Ia tampil bagus dengan membawa Juventus meraih 2 gelar (Serie A dan Coppa Italia) serta membawa Juventus ke babak final Liga Champions 2017. Ia bahkan hanya kebobolan 3 gol dalam 12 pertandingan sebelum babak final dengan mencatatkan rekor 9 clean sheets.

Dibawah ini adalah 6 kiper terbaik Dunia musim 2017-2018 menurut Warungbetting.com :

1. Gianluigi Buffon

Tahun 2017 menjadi salah satu tahun kegemilangan dari Gianluigi Buffon. Di usia yang mencapai 39 tahun, ia masih layak disebut sebagai kiper terbaik di dunia tahun 2017. Buffon meraih 2 gelar bersama Juventus, yakni Liga Italia dan Coppa Italia.

Hal ini belum ditambah dengan catatan impresifnya di Liga Champions, dimana ia mencatatkan 9 cleansheets serta hanya kebobolan 3 gol dari 12 pertandingan sebelum babak final.

Buffon terpilih sebagai kiper terbaik Eropa versi UEFA dan bahkan menjadi 3 besar pemain terbaik Eropa versi UEFA, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ia pun menjadi salah satu kiper terbaik sepanjang masa.

2. David de Gea
Kiper Utama Manchester United, David de Gea
Kiper Utama Manchester United, David de Gea
Manchester United (MU) memang gagal menembus menembus empat besar Liga Inggris musim lalu, tapi David de Gea bisa menikmati tiga gelar pada saat itu. De Gea ikut berperan dalam kesuksesan Setan Merah di ajang Community Shield, Piala Liga, hingga mengangkat trofi Liga Europa.

Pada musim 2016/2017, kiper timnas Spanyol itu berhasil membuat 14 cleansheet dalam 35 laga yang dimainkannya di Liga Inggris. Di ajang Liga Europa, Dea Gea hanya tampil tiga kali karena pemain pelapis Sergio Romero lebih dipercaya manajer Jose Mourinho.

3. Jan Oblak

Tak ada yang meragukan kemampuan Jan Oblak dalam menjaga gawang Atletico Madrid. Kiper asal Slovenia ini tampil mengesankan sepanjang tahun 2017. Sejumlah penyelamatan penting ia torehkan, dimana Oblak juga sering menepis tendangan penalti. Meski Atletico gagal meraih 1 gelar pun di tahun 2017, namun Oblak tetap mendapat banyak pengakuan serta termasuk dalam 3 besar kiper terbaik versi UEFA.

4. Manuel Neuer

Pada 19 Juli 2017, Bayern Munchen mengumumkan bahwa Neuer akan menjadi kapten Bayern setelah Philipp Lahm pensiun. Peran ini membuatnya jadi kapten ganda di tim nasional Jerman maupun level klub.

Namun tahun 2017 ini benar-benar tahun yang buruk bagi Neuer. Pria 31 tahun itu mengalami cedera serupa dengan akhir musim lalu. Setelah hampir pulih, dia kembali dihantam cedera patah kaki.

Neuer menderita cedera metatarsal di kaki kirinya yang mengakibatkan ia harus absen hingga Januari. Dengan absennya Neuer, FC Hollywood akan mengandalkan Sven Ulreich untuk mengawal gawang mereka dengan dilapis pemain muda Christian Fruchtl.

Meski demikian, kekuatan Bayern Munchen tak berubah dalam gim FIFA 18. Die Roten tetap dianggap salah satu tim papan atas di permainan FIFA 18.

Buktinya Manuel Neuer dan striker Robert Lewandowski mendapat poin 90 atau lebih. Seperti diketahui, hanya ada 11 pemain yang memiliki poin 90 atau lebih dalam seri gim FIFA.

5. Thibaut Courtois

Musim 2016-2017, Chelsea sukses kembali jadi juara Premier League. Kiper utama mereka, Thibaut Courtois menjadi salah satu pemain kunci The Blues. Courtois memiliki refleks dan ability yang baik. Ia bahkan sempat ditunjuk sebagai penendang penalti Chelsea di ajang Community Shield lalu meski akhirnya gagal. Courtois juga mampu membawa timnas Belgia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

6. Ederson Moraes

Salah satu kiper yang mencuri perhatian di tahun 2017. Ederson mengawali paruh pertama tahun 2017 dengan bermain gemilang bersama Benfica termasuk meraih gelar juara Liga Portugal. Ederson kemudian dibeli oleh klub Inggris, Manchester City dengan harga mahal. Ia bahkan jadi kiper termahal kedua sepanjang masa setelah Gianluigi Buffon. Ederson pun langsung jadi andalan di tim barunya ini.

Barcelona Bantai Madrid 3 - 0 Di Santiago Bernabeu

Real Madrid Dipermalukan Barcelona Di Laga Bertajuk El Clasico
Real Madrid Dipermalukan Barcelona Di Laga Bertajuk El Clasico
Bandar Bola Terpercaya - FC Barcelona sukses membungkam Real Madrid 3 - 0 dalam laga bertajuk  El Clasico pada pekan ke-17 La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12/2017). Madrid harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain di laga ini.

Tiga gol kemenangan Barcelona dicetak Luis Suarez (menit ke-54), Lionel Messi (penalti menit ke-64), dan Aleix Vidal (90'+3). Di menit ke-63, Madrid harus main dengan 10 orang usai Dani Carvajal dikartu merah karena Dani Carvajal dikartu merah akibat menahan bola dengan lengannya.

Dengan kemenangan ini, Barcelona kian kokoh di puncak klasemen dengan mengemas 45 poin, atau unggul 9 poin dari Atletico Madrid di urutan ke-2. Sementara itu, Real Madrid masih berada di posisi ke-4 dengan koleksi 31 angka.

Barcelona memang tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin penguasaan bola hingga 53 persen. Messi dkk memiliki 16 peluang. Adapun Real Madrid hanya mempunyai 10 kesempatan.

Sejak pertandingan dimulai, Real Madrid langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Barcelona. Tidak lama kemudian, gawang Barcelona bergetar lewat aksi sepak pojok Toni Kroos dilanjutkan Casemiro lalu Ronaldo, untuk menjebol gawang tim tamu. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena terlebih dulu terjebak offside.

Ronaldo membuang peluang emas buat Ronaldo di menit ke-10. Toni Kroos melakukan penetrasi di sisi kiri lalu mengirim bola ke Ronaldo yang berdiri bebas di kotak penalti. Tapi sepakan kaki Ronaldo sama sekali tidak mengenai bola.

Madrid berusaha melakukan serangan balik cepat setelah Luka Modric memotong operan lawan dan kemudian berlari kencang ke arah area Barca di menit ke-19. Larinya dihentikan tekel Thomas Vermaelen yang kemudian diacungi kartu kuning.

Barcelona baru bisa balas memberi gertakan pada menit ke-30. Megabintang FC Barcelona, Lionel Messi mengirimkan umpan silang ke kotak penalti kepada Paulinho. Akan tetapi, tendangan keras Paulinho masih dapat ditepis kiper Real Madrid, Keylor Navas.

Cuma berselang satu menit, Real Madrid gantian mempunyai kans emas. Kali ini, penjaga gawang Barcelona, Marc-Andre ter Stegen yang tampi mengilap. Dia dengan cekatan mementahkan sepakan kaki kiri Ronaldo dari dalam kotak terlarang.

Ronaldo lolos dari jebakan offside di menit ke-34 untuk mengawali serangan balik cepat. Ia kemudian mengirim bola ke tengah, ke arah Karim Benzema yang dikawal Gerard Pique dan Ivan Rakitic, walaupun peluang ini pada akhirnya tak membuahkan apa-apa.

Navas membuat penyelamatan krusial di menit ke-39. Bola hasil sundulan Paulinho, usai menyambut umpan Messi, tampak menuju pojok gawang bawah Madrid tapi Navas masih mampu menepisnya.
Lionel Messi Memperlebar Gol Untuk Barcelona Lewat Penalti
Lionel Messi Memperlebar Gol Untuk Barcelona Lewat Penalti
Tiga menit kemudian, striker Los Blancos, Karim Benzema, nyaris memecah kebuntuan andai sundulannya yang memanfaatkan crossing Marcelo tidak membentur tiang. Hingga babak pertama berakhir tidak ada gol yang tercipta.

Babak kedua langsung diawali dengan ritme yang sama seperti di babak pertama. Ronaldo melepaskan tembakan yang belum tepat sasaran dan kemudian giringan bola Suarez dikandaskan oleh Navas.

Peluang berikutnya dimiliki oleh Suarez. Penetrasi Jordi Alba di sisi kiri di menit ke-52 diakhiri dengan operan ke arah Suarez. Ia melanjutkan dengan tembakan tapi arahnya masih mengirim bola tepat ke pelukan Navas.

Berselang dua menit, akhirnya gol tercipta lewat striker asal Uruguay, Luis Suarez. Suarez memanfaatkan umpan Sergi Roberto setelah mendapat umpan terobosan dari Ivan Rakitic. Tendangan mendatar Suarez tidak bisa dijangkau Keylor Navas.

Setelah unggul satu gol, Barcelona tampil lebih tenang. Beberapa peluang diciptakan Lionel Messi dan kawan-kawan. Ketenangan Barcelona itu membuahkan peluang emas pada 20 menit pertama babak kedua.

Pada menit ke-62, kemelut terjadi di gawang Real Madrid. Tendangan Suarez ditepis Keylor Navas setelah mendapat umpan terobosan dari lini tengah pada menit ke-66. Namun, bola liar itu jatuh ke kaki Messi yang kembali diberikan kepada Suarez. Kali ini tendangan Suarez membentur tiang kiri gawang Real Madrid.

Kemelut itu akhirnya membuat bek Dani Carvajal dikartu merah wasit Jose Sanchez menit ke-63 setelah menahan sundulan Paulinho dengan tangannya di kotak penalti. Penalti diberikan kepada Barcelona. Messi yang menjadi eksekutor sukses menempatkan bola di sisi kiri gawang keylor Navas. Barcelona pun unggul 2-0 pada menit ke-64.

Tertinggal dua gol dan hanya bermain dengan 10 pemain membuat Real Madrid memperkuat pertahanan. Bek Nacho Fernandez masuk menggantikan Karim Benzema menit ke-65. Los Galacticos tidak memiliki pilihan lain selain menekan. Karena itu, Real Madrid memainkan dua pemain dengan karakter menyerang. Menariknya, peran Cristiano Ronaldo tidak terlalu dominan seperti babak pertama.

Pada menit ke-71, Real Madrid memasukkan Marco Asensio dan Gareth Bale. Asensio menggantikan Casemiro, sedang Bale menggantikan Matteo Kovacic. Hadirnya Bale menjadi tenaga baru bagi Real Madrid dalam membombardir pertahanan Barcelona. 

Di menit ke-78, Ter Stegen membuat penyelamatan penting dengan menangkap bola tendangan Gareth Bale yang berada tepat di depan gawangnya. Sebelum itu ada aksi Thomas Vermaelen memotong usaha Asensio mengirim umpan silang.

Empat menit kemudian Ter Stegen kembali mementahkan serangan Madrid usai memblok tembakan Ramos di tiang dekat. Bola terkena bahu Ter Stegen dan melontar keluar lapangan.

Aleix Vidal, yang baru masuk jadi pemain pengganti, kemudian menutup pesta Barca di markas Madrid lewat golnya usai menyambut umpan Messi. Barca menang 3-0.
 
Susunan Pemain Barcelona vs Real Madrid :

Real Madrid (4-1-3-2) : 1-Keylor Navas; 12-Marcelo, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 2-Daniel Carvajal; 14-Casemiro (20-Marco Asensio 72'); 8-Toni Kroos, 23-Mateo Kovacic (11-Gareth Bale 72'), 10-Luka Modric; 7-Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema (6-Nacho Fernandez 66')

Pelatih: Zinedine Zidane

FC Barcelona (4-4-2) : 1-Marc-Andre ter Stegen; 18-Jordi Alba, 25-Thomas Vermaelen, 3-Gerard Pique, 20-Sergi Roberto (22-Aleix Vidal 90+2'); 8-Andres Iniesta (2-Nelson Semedo 77'), 5-Sergio Busquets, 15-Paulinho (21-Andre Gomez 84'), 4-Ivan Rakitic; 9-Luis Suarez, 10-Lionel Messi

Pelatih: Ernesto Valverde

Wasit: Jose Sanchez